Sunday, July 27

It's not that late, isn't it?

Talked to Dad a while ago whether he can make me a nail polish rack because they keep growing wildly and consume really a lot of space in my room. I showed him several samples and he said no, he couldn't make one.

Ini target saya tahun ini. Dan sangat berharap kesampaia. Nggak, bukan wisuda kok. Itu sih tahun depan aja. It's not too late to make some targets, isn't it?

1. Ombre Hair.
Saya udah ngidam ini bertahun-tahun. Menurut hemat saya, ini waktu yang tepat karena saat saya jadi guru dan bekerja di institusi pendidikan, saya nggak akan bisa ng-ombre-in rambut saya. Bisa dibakar nantu sama kepala sekolah atau diarak buat digundulin rame-rame.

2. Nail Polish Rack.
I made two nail polish racks before using foam boards, but they didn't last as long as I wished. Jadi, protol.satu-satu gitu. Nggak sekuat bayangan saya. Padahal udah saya paku segala, tapi tetap tidak bisa bertahan lama. Akhirnya kutek-kutej saya kembali ke kotak-kotak ajaib yang memakan spacr di kamar saya. Nail polish racks practically simpler and, yes, simpler. I can see the beautiful colors of the nail polishes, too.

3. Expanding Velvet
Karena udah nggak kuliah dan cuma sibuk nggarap skripsi yang tertunda, saya berharap bisa lebih full time dengan Velvet. I'm renting a kiosk and there I will spend my day. Velvet is now also selling nail art stuff and cute stuff. Apa aja yang bisa dijual pokoknya. So far ada phone cases, tongsis, jelly lens, dan alat-alat nail art.

I'm cleaning up my room now, tapi seperti biasa, iklannya banyak. Pake acara ngeblog segala coba. Setiap kali saya ngeberesin kamar, selalu muncul pertanyaan yang sama, "Ini harus mulai darimana???"

Anyway, Hapoy Eid Mubarak♥
Yang mudik, ati-ati di jalan. Kalo udah sampe kampung halaman jangan lupa Selfie yaaaaa

At last I say, A Velly Intewesting Blog.

Monday, June 16

I Still..

My playlist is now playing some random song and it's the tine for Backstreetboys' I Still. Because I have such great listening ability *cough*, the first line lyrics sound like something in my ears. I mean, nggak perlu mikir keras juga buat lirik yang udah kedengeran sejelas itu, nggan karena nilai Listening saya bagus, meh.

"Who are you now? Are you still the same or did you change somehow?"

Kadang rasanya sinful banget pas ndengerin lagu gini dan tanpa mikir keras nggak sengaja notice liriknya yang dahsyat luar biasa memecah kebuntuan gini. Serius. Ada saatnya cuma pengen dengerin lagu tanpa pengen tau artinya. Itulah gunanya ndengerin lagu Korea. Iya dong, saya kan suka KPop. Saya kan Blackjack (fans 2NE1). Tapi nggak terbatas ndengerin 2NE1 tok kok, asal cocok di kuping, saya dengerin.

Ada musik yang enak diajak nyanyi bareng, ada musik yang cuma enak didengerin. Tergantung suasana hati dan suasana random playlist saya lagi gimana. Ada beberapa lagu yang ada di playlist saya dan saya agak parno dengerinnya karena bisa bikin ujug-ujug nangis saat itu juga, yang entah kenapa. Tapi saat berikutnya sengaja dengerin lagu itu, malah biasa aja, biasa pake banget. Nggak sedikit pun bikin nangis. Entah. Itu misteri lain dibalik playlist saya. Suka tiba-tiba merusak suasana hati.

Anyway, I'm 22 now! What's the big deal?

Now playing: Jung Yeop - Thorn Flower

At last I say, A Velly Intewesting Blog.

Thursday, June 12

Oh Social Media

Salah satu hal yang saya nggak suka dari sosial media (facebook, twitter, status bbm, status line, and stuff) adalah anda bisa sesuka hati update status ketidaksukaan anda terhadap orang yang tengah berbicara dengan anda tanpa anda berani untuk berbicara langsung dengan yang bersangkutan dan orang tersebut baru menyadarinya belakangan. Rasanya seperti terperangkap 24*7 dengan pikiran random orang lain dengan potensi kesalahpahaman yang justru semakin besar muncul dari hal tersebut.

Kadang segala macam yang tradisional dan konvensional jauh lebih baik, lebih menyenangkan, lebih nyata, dan memiliki kejelasan.

Sunday, June 8

Selamat Pagi

Selamat pagi. Disiarkan langsung dari Balai Kota Lama Tegal.  Saya Veliati Machrus.

Keadaan pagi ini cenderung mengesalkan. Dimulai dari pedagang kaos kaki yang sembarangan ngembat lapak orang, ditambah lagi ia merupakan perokok yang membuat suasana di sekitar lapak saya menjadi tidak kondusif disebabkan asapnya yang lari kemana-mana. Dan update terbaru adalah seorang calon pembeli yang nyobain kutek dagangan saya tapi nggak beli.

I know that I have to serve them best. But, really, I can’t deal with these kind of people. They are annoying. Kayak,  sembarangan banget gitu. I always claim myself selfish, but when I see these creatures, I think I am way way way better than these adults who are too proud with their age. Bagi saya, respect nggak mengenal usia, jenis kelamin,  apalagi jabatan.

Saya sangat nggak respect dengan orang berumur yang bahkan ngga bisa menghargai orang yang lebih muda. Mungin khayalan saya terlalu muluk-muluk karena terlalu sering nonton film korea dan barat.

Kayak tadi pas lapak saya diembat, saya pengen banget teriak "Ya! Ahjussi!" Dan dilanjutkan dengan saya ngedumel. Tapi nggak bisaaa. Ujung-ujungnya ya tetep jadi anak Jawa yang terpaksa menghargai orang yag lebih tua, yang terpaksa ngalah, yang terpaksa melakukan hal-hal tersebut untuk menghindari pertumpahan darah.

Tapi anehnya, ujung-ujungnya saya malah ngobrol sama orang-orang nyebelin ini. Saya nggak marah,  cuma kesel aja.

Udah ah. Mau jualan

Friday, June 6

JUNE, Stay Awesome!

HELLO JUNE!

I just want to say some things. This week and a week ahead might be the most awesome week. Sumpah.

Saya mengalami minggu terngenes. Hwaaaaa!
Merasa terisolasi. Paket sms abis, paket bb simpati habis hari ini, kuota internet m3 abis, internetan pake gratisan paket, minggu depan ulang tahun ditodong makan-makan dan belum gajian, gajian mungkin tanggal 20++, duit tinggal 50ribu dan buat bayar utang pulsa ke Yu Mariani, itupun masih kurang. Ujan duit, please?

Pengin cepet-cepet hari Minggu dan jualan. Semoga Minggu besok lebih beruntung dari minggu sebelumnya. Asli, ini tanggal muda yang ngga ngerasa muda. Kamvreto!

June, please be awesome! I beg you, ara?
o(╯□╰)o
Anyway, inipun ngeblog dari Levi. Okay, enough bitching, back to work. Alhamdulillah ada pesenan kuku.

At lat I say, A Velly Intewesting Blog.

Wednesday, June 4

#justsaying - 01

"Dibandingin, kalo sekali dua kali sih nggak masalah. Bisa jadi pemicu biar lebih baik. Tapi, kalo terus-terusan ya enek juga" #justsaying

Wednesday, May 21

Monday, May 19

Saya masih melek, seperti biasanya. Tapi yang bikin malam ini berbeda dengan melek biasanya (yang useless and pointless) adalah karena belum kelar ngoreksi. Jadi malem ini ada dua kelas yang harus dikoreksi dengan tiga skill yang berbeda. Untuk yang muda, saya ngoreksi Listening sama Writing dan untuk Nindya, saya ngoreksi pre-test TOEFL mereka

Senin kemarin saya ngadain kuis yang sangat dadakan sekali di kelas Muda. Awalnya nggak kepikiran sama sekali untuk bikin kuis. Hari itu saya cuma pengen meeting yang memaksa mereka untuk menulis mengingat saya dibikin takjub ngeliat short story yang mereka kirim ke email saya, dengan bahasa yang bahkan kemampuan menulis saya belum se-dewa itu. Saya sih nggak bisa nyalahin, mungkin terjadi salah tafsir saat saya menyampaikan tugas itu. Who knows?

I thanked a lot to them for submitting their works, at least they did submit them. I do appreciate it. Ini serius, saya menghargai banget mereka yang udah ngumpulin tugas. Tapi akhirnya saya kesampingkan short story itu dan nanti hanya akan saya gunakan sebagai nilai tambahan, sebagai bahan pertimbangan.

Jadi, Senin kemarin saya bikin kuis dadakan dengan banyak tujuan tersembunyi. Haha, keliatannya jahat banget. But seriously I did. Kuis terdiri dari dua skill, yaitu listening dan writing. Detailnya saya jelasin nanti.

Jam setengah 3 saya mulai listening. Sekali saya play, nggak pake pause atau stop, jalan terus. Tujuan saya adalah agar mereka yang datang terlambat ketinggalan awal-awalnya. Jadi ada rasa menyesal datang terlambat. Karena seriusan deh, susaaaah banget disuruh on time. Karena, hal itu merusak mood proses belajar yang ada. I mean, konsentrasi terpecah gitu. Itu tujuan pertama, biar next meeting bisa lebih punctual.

Yang kedua, ini mungkin terdengar naif, sok idealis, you name it. Tapi, saya ingin tahu seberapa jujur mereka sama diri sendir. Saya sih gampang aja dibohongin, toh saya juga belum kenal seluruh anggota kelas, jadi bisa aja dibohongin, gampang malah.

Ada 15 soal. Kan kalo terlambat, otomatis nggak mungkin tau jawaban awal-awal. Nah, saya menemukan tuh yang sekedar silang indah di awal, yang tanya temen, sampe yang nyontek. Tapi ada beberapa juga yang dengan jujur nggak ngisi nomor-nomor awal, I doooo appreciate it! Sumpah, saya sangat menghargai yang seperti itu! Walaupun saya tahu, saya bisa melihat kecemasan di wajah mereka yang terpaksa ngosongin nomor-nomor awal, tapi bagi saya, "Tenang aja, saya lebih menghargai sikap jujur kamu kok daripada nilai yang didapat secara illegal ;)*ting!"

Listening itu masalah percaya sama diri sendiri, percaya sama kuping sendiri, konsentrasi penuh. Nggak ada waktu untuk bergantung sama orang lain.

Kuis kedua yaitu writing. Ini topiknya


Petunjuknya adalah mereka saya minta untuk memilih tiga kata dari sekian kata yang mereka temukan di susunan acak huruf-huruf tersebut untuk menggambarkan kehidupan mereka. Bisa dikaitkan dengan kejadian, situasi, cita-cita, anything. Tuangkan dalam tulisan 200-300 kata.

Jujur, saya merasa sedikit kejam karena nodong mereka bikin karangan saat itu juga dan mereka punya 30 menit untuk itu (walaupun kenyataannya lebih dari 30 menit -_______-). Tapi, saya sedang mencoba agar mereka terbiasa menulis dan menuangkan ide. Saya bosen banget sama hal-hal yang teoritis. Itu sebabnya saya minta mereka untuk menggambarkan kehidupan mereka, yang sangat mereka pahami. Dan umumnya, manusia sangat suka menceritakan hidupnya. So, there I was to listen to their stories.

Sejauh yang sudah saya baca, banyak yang menulis tentang orang tua, tentang perjuangan mereka masuk ke tempat mereka belajar sekarang, perjuangan di dalam sekolah tersebut, rasa sayang dan rasa kangen terhadap keluarga, tentang teman-teman seperjuangan sebagai keluarga baru mereka. Ada juga yang menulis tentang masa-masa SMA, pacar, putus cinta. Saya menikmati setiap cerita yang mereka tulis. Saya sangat suka membacanya.

Banyak diantara mereka yang kesulitan menggali ide, kesulitan mengutarakan ide, kesulitan menyampaikan dalam bahasa yang tidak biasa mereka pakai. Itu wajar. Nulis itu yang susah awalnya, tapi kalo udah jalan, ya mengalir (kaya ngeblog, dalam hati saya). It's true!

Saya sangat menikmati mengamati ekspresi wajah mereka yang tengah berpikir keras. Ekspresi yang priceless banget! Ada yang bingung memilih tiga kata sebagai topiknya, ada yang sibuk menggali kenangan masa lalu, ada yang bingung menyusun peristiwa, ada yang lancar jaya, ada yang partai hore, ada juga yang mengerjakan karena kewajiban, mengerjakan setengah hati, ada yang malas berpikir padahal nggak gitu payah kemampuannya. Ada juga yang secara kemampuan pas-pasan, tapi punya motivasi untuk belajar. Saya suka orang-orang macam ini dan saya sangat sangat menghargai keinginan mereka untuk belajar. I'd love to help.

Siang sebelum ngajar, seperti biasa saya mutar otak ngubek-ngubek leptop nyari materi. Nah, siang itu saya lagi buka beranda Google+ saya dan ada orang ngepost tulisan itu di forum Nail Art. Saya liat dan tercetuslah ide itu. Awalnya, saya mau fotokopi tulisan itu san dibagiin dan membiarkan mereka nunduk nyari di kertas fotokopian. Tapi di detik terakhir sebelum saya berangkat, saya ubah rencana saya dan ngebiarin mereka liat di LCD. Itu lebih seru, ternyata! Saya suka ngeliat ekspresi mereka pas kebingungan nyari kata-kata yang nyelip, di wajah mereka seperti ada pertanyaan "Terus ini suruh ngapain?"

Intinya saya seneng ngeliat wajah orang bingung. Anyway, banyak diantara cerita yang mereka kumpulin bikin saya ngakak walaupun belum kelar juga ini -____-.
You guys rock!

Now Playing: G-Dragon feat. Kim Yuna - Missing You

At last I say, A Velly Intewesting Blog.

Tuesday, May 20

Selamat Hari Spesial

Happy Anniversary, Bloggie! Well, never really give this place a name. I thought about a name all day., then I ended up pick Ivy as your name. It's simple, because your name is It's Vellycious now. So, I chose IVY. Your name supposed to be Vibby back then, when your name was still Vellybluey.

Okay, hari ini Happy Anniversary blog saya yang entah udah ke berapa. Pertama kali bikin blog kelas X akhir, bulan Mei dan saya lupa tanggalnya. Jadi beberapa tahun yang lalu saat saya ngepost tentang hari Kebangkitan Nasional, saya juga deklarasikan (iye, lagi musim deklarasian yeh ini pada) juga tanggan 20 Mei sebagai tanggal ulang tahun Ivy. Ivy, akhirnya setelah sekian tahun, kamu punya nama juga.

Di Facebook, Twitter, dunia maya (bukan dunia saya), semua ribut Hari Kebangkitan Nasional. Buat saya, hari ini nggak ada bedanya sama hari-hari saya biasanya. Bedanya adalah hari ini nggak banyak keluar rumah, nggak ada jadwal ngajar, nggak ada spesial.

Oh wait, yang sesuatu banget hari ini adalah INI


Ini yang akan saya kerjakan malem ini, ngoreksi tugas para Taruna. MKTJ A Nindya, itu tugas structure kalian. Nggak saya nilai, saya cuma mau analisa aja sejauh mana kalian memahami structure sebelum kita melangkah ke TOEFL Preparation lebih jauh lagi. Dan MKTJ B Muda, itu juga tugas kalian, Quiz deng lebih tepatnya. Listening dan Writing. Udah saya baca beberapa kemarin begitu sampe di rumah, dan malem ini mau saya kelarin. Tapi dipotong nge-blog dulu karena Ivy hari ini ulang tahun. Malem ini saya pacaran sama kertas-kertas berharga itu.


Dan ini yang super sekali. Seharian ini saya ngubek-ngubek kamar. Itu spot favorit saya, akhirnya saya pajang juga papan itu di kamar. Saya jelasin satu-satu yah, yang warna-warni segitiga di atas itu tulisan VLVT, sebenernya VELVET, tapi E yang satu ilang, jadi saya pasang aja VLVT.
Terus yang ijo itu celengan saya, tempat saya biasa naruh uang jarahan saya kalo abis nyatronin kolong lemari, atas lemari es, pojok meja telfon, sama kantong jaket saya. Terys ada alat tulis, dotting tools, kuas nail art. Ada juga aceton, solvent, kutek basic (black, white, top coat, base coat, nude colors), ada nail treatment juga (nail whitener sama nail strengthen). Di tembok saya tempelin kartu nama Velvet, flyer kecil-kecil, sama member card (di situ nanti ditulisin tanggal berapa aja nail art, kalo udah 10 kali dapet gratisan senilai sekian-sekian).

Yang wajib dicatat adalah hari ini saya mindahin lemari baju saya sendirian. Jadi kamar saya konci, terus saya geser-geserin deh tuh lemari. Itu cerita hari kebangkitan saya. Saya yang biasanya males ngurusin kamar, hari ini entah kenapa sejak bangun tidur sampe tadi jam 5 baru kelar beresin kamar yang nggak beres-beres.

Ada temen yang nulis kalo hari kebangkitan kali ini, dia pengen bangkit dari rasa malas ngerjain skripsi. And for me, frankly speaking, skripsi is taboo word. I don't even want to talk about it. Case closed.

Saya sih pengen bangkit dari masa lalu aja, belum bisa move on! Seriusan, lebih parah dari kasus mpok Juki yang nggak bisa move on dari Bang Tasori. Udah, ini juga case closed.

Happy 6th Anniversary, Ivy. The best place to visit when I have noone to talk to. You are always there. If only you were a human being, then you should've run away from me. Thanks a lot for being loyal. XO

Oh! And yes, new header!

Now Playing: Audioslave - Like A Stone
Mood: Excited

At last I say, A Velly Intewesting Blog.
Yup, I'm back to work!

Friday, May 16

The Broken One

"Tutup mata, tutup telinga"
Sometime, it's hard to understand people when they say it's hard to understand me. I just need a space for my life with my own decision, and some people to respect it. I never ask anyone to understand me if it's that hard, if it's impossible to do. I never do.

I never meant to be mean. I  never wished to betray anybody. Although I know sometime what I do may be out of the box. I never asked anybody to understand every single thing I did because I never wanted anybody interfere my life. I live once, I don't want me regretting my life for doing other's wish and neglect the dream I want to reach.

I am a my-way-person. I do everything my way. I hate it when I have to follow one's unreasonable reasons. It's not that I live with no rules. It's not that I love to break the rules. No.

Here are the rules:

  1. Live the life to the fullest
  2. Not to be harmful
I have simple yet reasonable reasons to live. I want a simple life. Complicated thingy doesn't work for me.

I might seem easygoing. Hence you don't know that I also feel the push. I am free, but people around me give like extra burden and push me to do things I am questioning why I should do it. I question a lot, really, a lot. There should be logic reason behind the things I do, which mostly understood by me, only me. When there is something I have to do and I don't get good answer for that, then don't expect me giving 100% efforts in it. Just because others do, does't mean I should do it, too. Although at last, I would do, it's because I have no more options left.

I feel the burden. I am underpressure. Noone knows. But now you know.

I am ignorant, I know. Everything would sound like excuses and irrational for you.

I don't want to be harmful. I don't want to hurt anyone by saying bad words or do bad things.

"Saya terperangkap di antara mimpi orang lain dan mimpi saya sendiri"
And I don't know how to be free. Itu beban.
I don't want to live other's life just because I want to see them happy but I feel bad inside.

"It feels so right doing the wrong things. It feels so wrong doing the right things"

I'm wondering whose life i'm living now. I am in between and don't know how to be free from the thoughts.

Rasanya ingin sekali duduk dengan orang-orang itu. Saya sebagai pusatnya dan mereka ada di sana untuk mendengarkan apa mau saya. Tanpa seorang pun memotong pembicaraan saya. Tanpa saya berusaha mendengarkan apa yang akan mereka katakan. Tanpa saya berusaha memahami mereka. Tanpa mereka menutup telinga mendengar mau saya. Dan pada akhirnya kami sama-sama mengerti. I'm having hard time with them. Like an iceberg. Semua kelihatan santai di permukaan. Tenang. Setenang saya menghadapi skripsi yang bahkan nggak pernah saya sentuh.

Ini tulisan akumulasi kecemasan, kekesalan, kepanikan yang nggak pernah terlihat, ketenangan yang merujuk pada sikap acuh, perasaan tidak pernah didengar, dan pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab tentang banyak hal yang saya lakukan tanpa saya pernah tahu alasan kenapa saya (dan banyak orang lainnya) harus melakukan hal itu.

Saya nggak tahu lagi harus percaya sama siapa. I never need a yes or a no. I never need a lecture for problems I have. I just need somebody to talk to, somebody to listen to me, a shoulder to cry on who won't be judgemental to my dream. I don't need any justification from those who don't even respect my dream. You may keep laughing at me. Please do.

No. Don't think that I turn to be weak. Never. I will never grant your wish. I'm stronger. Just, it's tiring sometime to keep being that way. If this post sounds lame, then sorry. It's ok to be lame once in a while.

Now Playing: Dia Frampton - The Broken Ones
Mood: unsure

At last I say, A Velly Intewesting Blog