Tuesday, November 11

Keep Your Enemies Closer

Reactions: 
When was the last time you listened to rumors and trusted them with no filter in you, just completely eat the whole thing you heard? When was the last time you listened to rumors and wanted to prove that they were all wrong? When was the last time you listen to rumors and you didn't even give a damn?

They say, trust is like a piece of paper. Once it's crumpled, we can't fix it to its perfect form anymore.
I couldn't agree more.

Entah kenapa mendadak pengin nulis masalah kepercayaan, bukan kepercayaan terkait agama atau keyakinan. Tapi kepercayaan, ehm rasa percaya terhadap seseorang. Dan kali ini saya jujur merasa sangat kecewa. Padahal saya ingin membuktikan kalo it won't happen to me. But this time it's like "Oh well, jadi yang mereka bilang itu bener."

I'm talking about trust between sellers and buyers, suppliers and customers. I've been doing this online shop thingies for a year now. Untuk beberapa hal, seperti kutek dan other supplies, iya saya punya supplier langganan. Jadi kutek ini yang buat saya jual lagi kalo buka lapak di Balai Kota Lama Minggu pagi. Selain saya menawarkan jasa nail art, saya juga jualan kutek. Lumayan buat back up kalo saya nggak ngelayani nail art, masih bisa jualan kutek. Dan saya ambil kutek ini dari supplier saya.

Saya tahu supplier ini dua tahun lalu. In case you're confused, saya jualan di Balai Kota mulai September 2012, go online start from December 2013, punya akun Instagram Januari 2014. Back to my story, jadi dua tahun lalu saya mikir buat jualan kutek sekalian saya buka lapak di Balkot karena kadang banyak yang ngira kutek punya saya yang buat ngutekin orang nail art dijual juga, padahal enggak. Karena saya bosen ngasih tau, akhkrnya saya sediain kutek untuk dijual. Dan lumayan, pasti laku setiap minggunya.

Suatu siang, saya hunting lewat Tokobagus. Iya, jaman dulu banget kan masih ada tokobagus. Saya cari dan cari, ketemulah satu penjual yang harganya bisa dibilang lebih murah dari yang lain. Saya order di dia, lumayan rutin lah. Kayak jadi supplier favorit saya. Sampe pada akhirnya supplier saya ini sekarang udah berkembang dan punya website segala macem, saya masih pesen di dia. Karena so far saya nggak menemukan yang fatal. Paling beberapa kutek yang reject, tapi masih bisa dimaafkan.

Karena saya ini emang suka iseng, kadang saya sering browsing dan search apapun, salah satunya supplier saya ini. Actually I should say ex-supplier, because from now on I won't order anything from her ever again. Dan hasil dari saya search itu, saya nemu banyak hal. Mulai dari perlakuan kasar orang ini kepada pembelinya, ya kayak ngomong kasar, nggak ramah, ngata-ngatain orang yang komplen, nggak mau disalahin, ngirim barang ada yang kurang, pokoknya songong gitu. Saya sih sejauh itu nggak menimpa saya, saya percaya aja sama dia. Oke, mulai sekarang kita sebut namanya Tole.

Jadi banyak review buruk tentang Tole yang saya temukan di internet. Setelah sekian lama saya vakum jualan di Balai Kota, saya mau mulai jualan lagi nih minggu ini. Karena saya abis dapet arisan dan duitnya saya buat kulakin barang biar saya bisa jualan. Soalnya saya mau ngumpulin modal buat buka toko. Saya akhirnya pesen 3 box kutek sama Tole hari Selasa minggu kemarin, saya juga transfer di hari yang sama. Saya pikir biar saya bisa jualan hari Minggu. Tapi barang baru sampe tadi, jadi saya jualan mulai minggu ini.

Masalahnya adalah Tole cuma ngirim 2 box dan ada beberapa yang kentel, ada satu yang kering kerontang. Pokonya bikin saya kapok pok beli sama dia. Dalam hati, "mungkin sudah saatnya beralih supplier. yang murah selain dia juga banyak kok."

Mungkin iya, dua tahun lalu dia paling murah. Tapi sekarang, saya bisa cari dengan mudah supplier dengan harga bersaing dan pelayanan yang baik. Namanya pembeli pasti kapok kalo dikecewain. Akhirnya saya ngalamin juga seperti di review yang selama ini saya baca. Memang di review itu nggak semuanya bilang buruk, makanya saya masih berani buat order. Dan yang buruk itu belum menimpa saya. At least masih bisa dimaafkan lah. Kayak misalkan kuas yang bengkok, memang nggak bisa dijual, tapi masih bisa lah dipake sendiri. But this time, it's over.

Tole ini susah banget buat minta maaf dan mengakui kesalahan. Sedikit-sedikit refund. Buat saya, ini bukan masalah duit, ini masalah tanggung jawab terhadap customer. Pelayanan yang baik sebagaimana customer ingin diperlakukan. Rasanya beli, bayar, dan diketusin tuh sakitnya luar biasa loh. Kayak, buyer yang butuh banget itu barang sampe seller bisa sesuka hati memperlakukan buyer. Kayak seller nggak butuh buyer dan secara nggak langsung bilang "pembeli bukan cuma elu. elu nggak beli di gue ya udeh. lagian elu yang butuh, ya elu baik-baikin gue sini".

Karena saya juga jualan, jadi saya selalu berusaha baik-baikin supplier lah ya. Saya cuma nggak pengen ada ganjalan, nggrundel gitu antar seller-buer. Nggak penger ada pikiran negatif. Saya udah kontak dia lewat whatsapp, dan lagi tawarannya refund. Saya kurang suka sama yang dikit-dikit refund. Duitnya banyak amat, kayak semua bisa diselesein pake duit gitu. Setiap orang yang komplen, pasti ditawari refund. Mungkin dia berpikir segalanya kelar kalo dia udah refund, tapi hal-hal seperti ini bikin orang kapok order sama Tole.

I'm not going to mention any name.

Saya pikir, kejadian seperti ini nggak akan menimpa saya, mengingat saya bisa dibilang langganan lama yang bahkan tau perjalanan perkembangan bisnis dia sperti apa. Dari yang dulu modalnya cuma tokobagus, sampe sekarang udah pake website. That's a good thing. Tapi percuma kalo pelayanannya seperti itu.

Padahal saya pengin nunjukin kalo yang orang pikir tentang Tole ini salah. Kayak misalkan "Eh, Tole nggak gitu kok. Ini buktinya orderan saya bener terus." Tapi, DANG! Well, saya juga dapet zonk juga. Mungkin hanya masalah kapan.

Serius, saya ngerasa kecewa berat. Anyway, mempertahankan customer biar tetep setia dan balik lagi itu susah susah gampang. Tapi kalo kasusnya seperti ini, saya rasa saya nggak pengen balik lagi.

Sekali lagi, kalo kepercayaan udah rusak, susah baliknya.

Kenapa judulnya keep your enemies closer? Ngga tau juga. Itu kalimat yang nongol di kepala saya. Mungkin kayak, si Tole ini musuhnya banyak, review jelek udah dimana-mana. Tapi saya masih percaya aja, I did, now I don't. Saya percaya karena itu nggak menimpa saya, mungkin belum lebih tepatnya. Tapi ini sih udah. Review buruk itu juga menimpa saya. Saya sih cuma pengen share di sini aja dan nggak perlu nyebut siap juga si Tole ini. Nggak penting. Saatnya cari supplier baru, Vel. Yang lebih bisa menghargai customer, seberapapun orderannya. Fine.

At last I say, A Velly Intewesting Blog.

Thursday, November 6

New Header, Yeay!

Reactions: 
Holla, peeps!

I am using my own laptop to open Blogger. It is like, wah finally. I don't know why, I could open Google-related sites right one day after I posted the previous post. I think Google read my post and granted my wish. When I was not using my own laptop to blog, I didn't feel free to write and post. Even the one belongs to my sister.

So, I changed the header. It's now black and white, and masculine. When I just arrived home tonight, I opened my laptop and managed to make a new header. And I found myself making it quite masculine. Well, like that girl who goes anywhere wearing sweater and sneakers, that's how I see my new header. Showing the tough side.

I have no idea what to write. Just killing the time. Gonna stay up late. Au revoir!

Now Playing: Beirut - Santa Fe
Mood: Bored

At last I say, A Velly Intewesting Blog

Tuesday, October 28

The Friendship Stories: Chapter 1

Reactions: 
First thing first, it's always good to come back here when the world is getting suck, sucker than it was. I didn't mean to just be here when I'm not feeling good, but mostly that's what I do. The truth is, I can't come here often because my laptop is having some trouble accessing Google-related websites. I can't even access gmail, google+, and blogger. Here I am using my sister's laptop to post and say hi.

The bad thing is, when I'm facing Blogger to just post something, then it seems like I run out of ideas. I'm confused what to write about. I might be writing about some trips I had earlier this year or a trip I had last week with my family attending my eldest sister's graduation. I might be writing about some event I had sometime in August and September. I might be writing about some experience back then in 2013. Or, just write one plain post about how I am feeling right now for being left alone by the bitches who graduated last month.

Actually I am planning to show you tons of photos I took and then gonna talk about friendship stories. So, let me just tell you by the words.

In my life, honestly, my first friendship story started 10 years ago when I was in junior high school. I met these girls, Danti and Etsa. Just like any other 7 graders who just entered a new world of friendship, we went anywhere together. We went to the cafetaria together. We sat in the same row so we could still chat during the lesson. When the teacher mentioned group work, then we would see each other and smiled like we promised to never ever let the teacher pairing us with anyone else. When it should be four students in a group then we insisted to work in three.

Til one day Etsa got some stupid injury in the morning which made her hospitalized for days, we visited her and cried for her like we would never let anything bad happen to us. What I mean with stupid injury is that she fell down from the bed when she woke up in the morning and caused her hand injured. She should write using her left hand til her right hand recovered.

Once she went to school, then somebody entered our friendship story. Someone named Ike. Etsa sat with her in her first day after the accident. To be honest, Danti and I couldn't accept her easily in our friendship then. For me personally, I can't get along with somebody easily, I hardly get comfortable with people. Another thing is when I think somebody belongs to me, I can't share her/him with anyone, And Ike was like an intruder in my friendship. But sooner or later, we accepted her. We even had a name for our gank, We called it VIDE, Veli, Ike, Danti, Etsa. Funny, isn't it?

Yes, ternyata saya pernah alay juga.

When we were in 9th grade, our gank grew bigger. We also got closer with some buddies. We sat at the back of the class. We had Gineng, Ucup, Azka, Abenk, Ipank, Ojan, Zuzul, Ryan. We were the QUEEN! Yeah! Hahaha

Fortunately, we were all qualified as smart students, so we got to enter the same high school then, except Gineng. He continued his study in SMA 1 Solo, til then he went to The States.

Things started to change. Everything should be static and happy, but somebody chose to go. Ike, Danti, and I remained together. Even until now.

Truth be told, sometimes I'm dying for missing the one who left us. Yes, I miss you, multiple times.

And it's been ten years with Danti and Ike. Or I'll call them Pep and Rora, We have these such cutie names to call each on another. Pep. Penk. Rora. Roro.

Another friendship story I have was back then in 11th grade. Her name is Ayuni. I think I knew her since junior high school. She was my cousin's friend. But we didn't know each other. I called her Twins, but now I call her Nyah, Nyonyah. She's practically one year younger than me, We are both Gemini,

Sometimes, in a friendship story, there's another friendship story, and the branches keep growing everytime we are getting in a new society and we've no one to talk to. And when we know someone who can connect with us, we'll develop that friendship thingy with this person we have a lot of things in common with.

Twins and I still contact til now. I owe her a lot. She helped me fixing Levi by bringing him to Lenovo Service Center in Semarang when he was sick.

Those are my friendship stories in Junior High and High School.

I can't believe I've been spending 10 years with Pep and Rora, and it's still growing. The thing is, we never really take time to take photos everytime we have time to spend together. I think I can write a lot of things about Pep and Rora til the dawn.

The only gank photo we had was when we were in 7th grade. A photo with complete members. Then we never had another one. We took our driving license photos instead of our photo when were together. I think I should show you sometime. It's not we didn't want to take a shot. Maybe it's because we enjoy our time to share the laughter like there's no tomorrow. We shouldn't show anything to anyone.

Iya, kita nongkrong bareng saat Pep and Rora di Tegal. We went to places, but we never really took a picture together. Nggak perlu show off juga. Karena friendship itu adanya di hati.

I'll post another friendship thingy menginjak saya masuk kuliah. Iya, ada cabangnya lagi.



Buat saya pribadi, sesungguhnya persahabatan dimulai ketika kita nggak lagi rutin ketemu atau terpaksa ketemu karena keharusan (sekolah, kuliah misalnya). Karena saat ketemu karena keharusan, ya, friendship is easy peasy. Tapi kalo udah pisah, we know who our true friends are. Saat udah pisah, ini saatnya kita untuk maintain agar hubungan ini nggak putus di jalan. It's hard to do. Kayak pacaran long distance, tapi sama beberapa orang sekaligus.

Saya, Pep, Rora. Saya dan Nyonyah. Kita bahkan kadang cuma ketemu sekali setahun. Tapi, kami tetap sahabat. Kami nggak saling memanggil dengan kata-kata manis tuh. Karena saat kita kenal dulu, kita nggak pernah gitu. We don't do sweet things.

Saat saya bertemu Pep dan Rora, saya merasa muda lagi dan kembali ke masa-masa 10 tahun yang lalu. Karena basically, kami masih sama. Kami masih sama konyolnya. Saya nggak pernah merasa tua saat bersama mereka berdua. Karena kami tumbuh bersama.

Kadang saya percaya, di dunia ini bukan cuma ngga ada mantan anak. Tapi, mantan sahabat pun sebenernya ngga pernah secara nyata ada. Karena rasa kehilangan itu yang sering bikin saya merasa masih terikat sama seseorang. Iya, kamu.


Okay, ini tulisan Chapter 1. Next time, saya lanjutin chapter lainnya.

Now Playing: Winner - Empty
Mood: Empty

At last I say, A Velly Intewesting Blog

Wednesday, October 8

Check

Reactions: 
Hello world! Just gave a shot on Bliggeroid. Please bear with this post.

posted from Bloggeroid

Sunday, July 27

It's not that late, isn't it?

Reactions: 

Talked to Dad a while ago whether he can make me a nail polish rack because they keep growing wildly and consume really a lot of space in my room. I showed him several samples and he said no, he couldn't make one.

Ini target saya tahun ini. Dan sangat berharap kesampaia. Nggak, bukan wisuda kok. Itu sih tahun depan aja. It's not too late to make some targets, isn't it?

1. Ombre Hair.
Saya udah ngidam ini bertahun-tahun. Menurut hemat saya, ini waktu yang tepat karena saat saya jadi guru dan bekerja di institusi pendidikan, saya nggak akan bisa ng-ombre-in rambut saya. Bisa dibakar nantu sama kepala sekolah atau diarak buat digundulin rame-rame.

2. Nail Polish Rack.
I made two nail polish racks before using foam boards, but they didn't last as long as I wished. Jadi, protol.satu-satu gitu. Nggak sekuat bayangan saya. Padahal udah saya paku segala, tapi tetap tidak bisa bertahan lama. Akhirnya kutek-kutej saya kembali ke kotak-kotak ajaib yang memakan spacr di kamar saya. Nail polish racks practically simpler and, yes, simpler. I can see the beautiful colors of the nail polishes, too.

3. Expanding Velvet
Karena udah nggak kuliah dan cuma sibuk nggarap skripsi yang tertunda, saya berharap bisa lebih full time dengan Velvet. I'm renting a kiosk and there I will spend my day. Velvet is now also selling nail art stuff and cute stuff. Apa aja yang bisa dijual pokoknya. So far ada phone cases, tongsis, jelly lens, dan alat-alat nail art.

I'm cleaning up my room now, tapi seperti biasa, iklannya banyak. Pake acara ngeblog segala coba. Setiap kali saya ngeberesin kamar, selalu muncul pertanyaan yang sama, "Ini harus mulai darimana???"

Anyway, Hapoy Eid Mubarak♥
Yang mudik, ati-ati di jalan. Kalo udah sampe kampung halaman jangan lupa Selfie yaaaaa

At last I say, A Velly Intewesting Blog.

Monday, June 16

I Still..

Reactions: 

My playlist is now playing some random song and it's the tine for Backstreetboys' I Still. Because I have such great listening ability *cough*, the first line lyrics sound like something in my ears. I mean, nggak perlu mikir keras juga buat lirik yang udah kedengeran sejelas itu, nggan karena nilai Listening saya bagus, meh.

"Who are you now? Are you still the same or did you change somehow?"

Kadang rasanya sinful banget pas ndengerin lagu gini dan tanpa mikir keras nggak sengaja notice liriknya yang dahsyat luar biasa memecah kebuntuan gini. Serius. Ada saatnya cuma pengen dengerin lagu tanpa pengen tau artinya. Itulah gunanya ndengerin lagu Korea. Iya dong, saya kan suka KPop. Saya kan Blackjack (fans 2NE1). Tapi nggak terbatas ndengerin 2NE1 tok kok, asal cocok di kuping, saya dengerin.

Ada musik yang enak diajak nyanyi bareng, ada musik yang cuma enak didengerin. Tergantung suasana hati dan suasana random playlist saya lagi gimana. Ada beberapa lagu yang ada di playlist saya dan saya agak parno dengerinnya karena bisa bikin ujug-ujug nangis saat itu juga, yang entah kenapa. Tapi saat berikutnya sengaja dengerin lagu itu, malah biasa aja, biasa pake banget. Nggak sedikit pun bikin nangis. Entah. Itu misteri lain dibalik playlist saya. Suka tiba-tiba merusak suasana hati.

Anyway, I'm 22 now! What's the big deal?

Now playing: Jung Yeop - Thorn Flower

At last I say, A Velly Intewesting Blog.

Thursday, June 12

Oh Social Media

Reactions: 

Salah satu hal yang saya nggak suka dari sosial media (facebook, twitter, status bbm, status line, and stuff) adalah anda bisa sesuka hati update status ketidaksukaan anda terhadap orang yang tengah berbicara dengan anda tanpa anda berani untuk berbicara langsung dengan yang bersangkutan dan orang tersebut baru menyadarinya belakangan. Rasanya seperti terperangkap 24*7 dengan pikiran random orang lain dengan potensi kesalahpahaman yang justru semakin besar muncul dari hal tersebut.

Kadang segala macam yang tradisional dan konvensional jauh lebih baik, lebih menyenangkan, lebih nyata, dan memiliki kejelasan.

Sunday, June 8

Selamat Pagi

Reactions: 

Selamat pagi. Disiarkan langsung dari Balai Kota Lama Tegal.  Saya Veliati Machrus.

Keadaan pagi ini cenderung mengesalkan. Dimulai dari pedagang kaos kaki yang sembarangan ngembat lapak orang, ditambah lagi ia merupakan perokok yang membuat suasana di sekitar lapak saya menjadi tidak kondusif disebabkan asapnya yang lari kemana-mana. Dan update terbaru adalah seorang calon pembeli yang nyobain kutek dagangan saya tapi nggak beli.

I know that I have to serve them best. But, really, I can’t deal with these kind of people. They are annoying. Kayak,  sembarangan banget gitu. I always claim myself selfish, but when I see these creatures, I think I am way way way better than these adults who are too proud with their age. Bagi saya, respect nggak mengenal usia, jenis kelamin,  apalagi jabatan.

Saya sangat nggak respect dengan orang berumur yang bahkan ngga bisa menghargai orang yang lebih muda. Mungin khayalan saya terlalu muluk-muluk karena terlalu sering nonton film korea dan barat.

Kayak tadi pas lapak saya diembat, saya pengen banget teriak "Ya! Ahjussi!" Dan dilanjutkan dengan saya ngedumel. Tapi nggak bisaaa. Ujung-ujungnya ya tetep jadi anak Jawa yang terpaksa menghargai orang yag lebih tua, yang terpaksa ngalah, yang terpaksa melakukan hal-hal tersebut untuk menghindari pertumpahan darah.

Tapi anehnya, ujung-ujungnya saya malah ngobrol sama orang-orang nyebelin ini. Saya nggak marah,  cuma kesel aja.

Udah ah. Mau jualan

Friday, June 6

JUNE, Stay Awesome!

Reactions: 

HELLO JUNE!

I just want to say some things. This week and a week ahead might be the most awesome week. Sumpah.

Saya mengalami minggu terngenes. Hwaaaaa!
Merasa terisolasi. Paket sms abis, paket bb simpati habis hari ini, kuota internet m3 abis, internetan pake gratisan paket, minggu depan ulang tahun ditodong makan-makan dan belum gajian, gajian mungkin tanggal 20++, duit tinggal 50ribu dan buat bayar utang pulsa ke Yu Mariani, itupun masih kurang. Ujan duit, please?

Pengin cepet-cepet hari Minggu dan jualan. Semoga Minggu besok lebih beruntung dari minggu sebelumnya. Asli, ini tanggal muda yang ngga ngerasa muda. Kamvreto!

June, please be awesome! I beg you, ara?
o(╯□╰)o
Anyway, inipun ngeblog dari Levi. Okay, enough bitching, back to work. Alhamdulillah ada pesenan kuku.

At lat I say, A Velly Intewesting Blog.

Wednesday, June 4

#justsaying - 01

Reactions: 

"Dibandingin, kalo sekali dua kali sih nggak masalah. Bisa jadi pemicu biar lebih baik. Tapi, kalo terus-terusan ya enek juga" #justsaying