Wednesday, December 17

Setitik Air Dikala Hujan, Sejuta Cerita Menjelang

Ujan nii. Ujan gedhe. Ditambah petir, plus gledek juga.

Q duduk sendiri diruang tamu menatap air yang secara gotong royong membasahi bumi. Sambil sesekali Q liat anak-anak kecil berlarian bawa payung, tertawa-tawa sembari bermain air menikmati guyuran rahmat dari Tuhan itu.

Q gatau sebenernya mau nulis apa. Tapi yang Q tau, Q suka hujan. Dan saat ini Q ingin sekali menikmati hujan seperti yang anak-anak kecil lakukan. Q ingin keluar dari rumah, berdiri dibawah rintiknya.

Tapi keknya ga mungkin. Scara, badan lagi kurang sehat gara-gara keujanan Senen malem kemaren.

Kalo gak karena tugas Bahasa Inggris, Q ga kan rela berkorban sebegininya. Malem-malem ke rumah Ayuni biz mati lampu, ujan pula, korban jas hujan juga.

Tapi karena pengorbanan itulah, Q bisa menikmati hujan walaupun dengan jas hujan. Karena pengorbanan itu pula, Q bisa menikmati nyanyian para katak yang sahut-sahutan mensyukuri nikmat hujan dari-Nya ini. Nyanyian yang sepanjang jalan sepi itu menemani perjalananQ ke rumah Ayuni.

Pas ke rumah Ayuni, Q kaya' pembantu kabur dari rumah majikan. Cuma pake clana pendek, jaket, ama sandal jepit yang sangat jepit. Hhaha. Lagian ujan-ujan, mau cantik tar kan luntur ma aer ujan.

Hadu.. Dan gara-gara itu semua, skarang Q harus menerima konsekuensinya. I'm sick now. Idung mampet, tapi skalinya bener malah meler ingus; batuk; kdinginan, pake jaket mulu skarang ama sandal. Nasiph.

Satu hal yang sangat Q kangenin dari hujan. Bagian lain diluar serangkaian siklus hujan. Q kangen PELANGI. Udah berapa lama ya ga liat pelangi?? Q kangen satu view itu. Biasan warna indah yang terpancar bikin senyum ini terkembang, walopun mood lagi gak karuan.

Pelangi, hu um Pelangi. I miss U. Do U miss me?? Wkwkwkwkwk

Sampe Q slese nulis ini, ujan belum juga reda. Tapi udah mendingan sih. Masi grimis sgede jagung gitu.

Mu bikin teh anget ah...

At last I say, A Velly Intewesting Blog.

No comments:

Post a Comment