Wednesday, May 13

HARI INI BELAJAR SERIOUSLY

Seharian ini mendapatkan banyak pembelajaran dari beberapa mata pelajaran. Dari masuk sekolah sampai pulang sekolah mencoba memfokuskan diri dengan apa yang guru ajarkan sehingga aku dapat mengambil hikmah dan merenungkan apakah aku sudah menjadi seperti apa yang mereka inginkan?

Hari ini memperoleh pelajaran tentang kedisiplinan dari Pak Guru BK. Sejauh ini, aku bukan merupakan orang yang disiplin dalam bidang apapun, terutama waktu. Mengawali hari dengan terlambat masuk sekolah, di depan udah ditegur Pak Mulyana, masuk kelas ternyata udah ada Pak BK. Dan ternyata, pelajaran BK pagi ini membahas mengenai menejemen kedisiplinan. Huw, aku jadi ngerasa serba salah.

Tapi, hari ini untuk pertama kalinya dalam hidup, aku memperhatikan pelajaran ini dengan seksama. I don't know why. Mungkin karena tadi Pak BK bilang kalau beliau menggunakan hak advokasi yang beliau miliki dalam rapat dewan guru untuk membela murid-murid yang selama ini memang terkesan jauh dari kata adil. I mean, kami murid-murid selalu di-cap salah dan para guru yang selalu memposisikan diri sebagai orang yang benar.

Di dunia ini memang tidak ada habisnya jika terus-terusan membahas mengenai 2 kata yang dapat menimbulkan perpecahan, yaitu benar dan salah. Tidak ada salahnya menjadi orang benar dan tidak ada benarnya menjadi orang salah. Maksudnya? Aku juga nggak tahu Dari menulis kalimat itu saja aku tidak bisa mencernanya dengan baik, mungkin karena melibatkan si Salah dan si Benar.

Pak Guru BK bilang, murid sering diperlakukan tidak adil oleh guru sebenarnya karena bukan karena murid yang 100% salah, tetapi lebih kepada sang guru yang "sok tahu" dengan peraturan dan si murid yang kurang tahu menejemen kedisiplinan sehingga murid sering jadi korban atas ke-"sok tahu"-an si guru.

Padahal kan ada saatnya guru juga bisa salah. For example, untuk urusan seragam dan jam masuk sekolah, guru juga nggak karuan. Kalau hari Selasa Rebo(masih kata Pak Guru), seragam yang dipakai guru gak karuan (dalam artian modelnya gak seragam). So, kalau murid yang gitu, dimarahin, terus siapa yang bernai marahin guru donk kalo guru seragamnya gak seragam??

Terus juga kalo guru telat masuk sekolah alias masuk sekolah abis bel, siapa yang mau protes? Belum lagi kalo guru teat masuk kelas, murid masih nerima-nerima aja. Coba kalo murid yang telat masuk kelas? Tadi Pak BK bilang, sebagai murid, kami harus memberikan option-option kepadaguru yang membandel alias pada males masuk kelas.

Berlanjut ke pelajaran kedua yaitu matematika, si guru nggak masuk kelas. Huh, dasar nggak disiplin!

Pelajaran ketiga yaitu Sosiologi. Aku mendapatkan sebuah kalimat bagus dari Pak Rodiyanto, yaitu "Ada dua jenis orang bodoh. Yang pertama adalah orang yang berpikir tapi tidak berbuat dan yang kedua adalah orang berbuat tanpa berpikir". Mendengar kalimat itu, aku berpikir, Aku termasuk yang mana yah? Tipe orang bodoh pertama atau kedua?

Dari pelajran Sosiologi, aku jadi tahu berbagai macam kebudayaan yang ada di Indonesia. Kabudayaan, adat, pandangan, visi, pencerahan, semuanya deh.

Pelajaran keempat yaitu Bahasa Indonesia. Dapet tugas Karya Tulis Kilat, kurang dari seminggu harus jadi udah gitu dipresentasiin depan kelas pula. Untung bikinnya kelompok. Tapi menurutku malah lebih susah kelompok, soalnya menyatukan pandangan, isi otak, misi, dan membuatnya seragam guna penyelesaian karya tulis kilat ini. Kalo sendiri ini lebih gampang, minggu kemaren aja aku bikin karya tulis cuma 4 hari kok. Soalnya hanya mengikuti satu isi otak aja.

Akhirnya mengambil tema karya tulis tentang kedisiplinan warga sekolah-ku tercinta (kampret!) dalam menggunakan seragam. Ide tercetus dari saya satelah saya melihat-lihat isi binder saya dan menemukan halaman tentang pro-kontra motion penggunaan seragam saat latihan english debat contess, beside tadi pagi juga baru dicekokin Pak BK tentang kedisiplinan. So, akan jadi sesuatu yang enarik dan lagi-lagi menimbulkan pro-kontra buat kami.

Yang pasti hari ini gak ada rasa penyesalan sudah mengikuti pelajrandari awal dan memfokuskan otak pada apa yang diajarkan guru. Apa lain kali aku bisa seserius ini mengikuti pelajaran dari awal sampe akhir? Depend on my mood.

At last I say, A Velly Intewesting Blog.

No comments:

Post a Comment