Friday, September 11

REFLECTION ABOUT FRIENDS

Beberapa hari yang lalu aku dapet pelajaran bagus dari Pak Ali. Ternyata apa yang sempat aku pikir tentang sahabat juga dibenarkan oleh Pak Ali. Jadi gini, awalnya aku sempat berpikir bahwa sahabat yang kau anggap sahabat adalah musuhmu, dan orang yang kau anggap musuh selama ini adalah sahabatmu yang sebenar-benarnya.

How can it be? Pasti itu pertanyaannya. Pak ali bilang kalo sahabat yang baik bukanlah mereka yang pandai menutupi aib sahabat lainnya, tapi mereka yang bisa saling mengingatkan. Tapi, kalo sahabat kita nggak mau diingatkan?? Itu lain lagi masalahnya... It means that she/he is stubborn or maybe has her/his own vision that's different with yours.

Kata Pak Ali seperti yang tertuang dalam hadist, “kalau ada orang yang memujimu, taburkanlah segenggam debu di depan wajahnya. Kenapa? Karena dialah orang pertama yang akan menghancurkanmu.” Dan ternyata benar, sahabat yang baik bukanlah sahabat yang selalu berkata baik di depan sahabat lainnya. Sahabat yang baik adalah orang yang bisa mengkritik dengan jujur pada sahabatnya. Dan orang bisa mengkritik dengan jujur sejujurnya adalah musuh. Bener kan?

Tapi, apa kita bisa menganggap orang yang mengatakan hal-hal pahit pada diri kita sebagai seorang sahabat? Kalo aku pribadi sih, aku nggak bisa. Apa aku telah menadi sahabat yang baik bagi sahabat-sahabatku? Apa sahabat-sahabatku sudah menjadi sahabat yang baik bagiku?

Tapi jangan biarkan sedikit pikiran sederhana ini menghancurkan persahabatan dengan sahabat-sahabat kalian. Karena tidak semuanya benar. I mean, musuh menilai kita juga tidak secara jujur kok! Mereka menilai secara subyektif dimana menempatkan orang yang dibencinya sebagai manusia terterterterburuk di dunia. That's why, mereka bisa sangat lancar saat harus menilai musuhnya. Mereka menilai secara subyektif yang berarti juga, mereka lebay menilai. Dari yang nggak ada diada-adain (menurut pengalaman sih gitu).

Dan untuk sahabat, tetaplah menjadi sahabat yang bisa mengingatkan sahabat lainnya saat ia berada diluar jalur. Aku berharap sahabat-sahabatku bisa menjadi obat saat aku sakit dan butuh penyembuh. Aku berharap kalian bisa jadi udara yang selalu menyegarkan dan mengiringi langkahku. Aku harap kalian menjadi kamera CCTV yang selalu memperhatikan dan memantau gerak-gerikku, jadi aku selalu melakukan hal-hal yang lurus dan tidak berada diluar jalur. Dan aku harap, kalian menjadi anak kecil berusia 3 tahun yang jujur saat harus menilaiku. Terima kasih sahabat-sahabatku! :)

No comments:

Post a Comment