Friday, October 9

WILL IT STILL BE OKAY?

Lagi nungguin Dek Nin di RSI Tegal, kasian dia diare.. Besok dia 40 hari, semoga aja ntar sore dia bisa pulang. Sekalian ini nyoba hotspotan di RSI. Kenceng banget deh, lebih kenceng daripada di sekolah. Lumayan bisa diandalkan.

Well, ini hari pertama Mid Test di sekolah. Pelajaran pertama Sejarah, aku cuma nyentuh bukunya, tapi nggak belajar. Buka buku sejarah, terus dututp lagi gara-gara migrain. Terus tadi ngerjainnya menurut perasaan aja, and perkayongan. After history is Java Language. Itu lebih gemilang lagi, belajar beberapa menit sebelum masuk.

Mau curhat, tadi cua intro aja tentang hari ini.

Have you ever feel afraid of something continually? Have you ever feel too much frightened? Have you ever felt guilty when found something new in your life?

Sekarang aku mulai merasa kalau aku sedikit tidak normal karena terus-terusan memiliki perasaan takut. It’s such an unreasonable thing. But in fact, it’s totally reasonable. Why? That’s the question.

Aku merasa rapuh, lebih rapuh dari kaca. Disaat aku mulai dapat bernafas dengan lega, bersyukur karena mendapatkan teman baru di kelasku. One thing realizes me, ini bukan lagi sebuah perang dingin. Ini telah berubah menjadi perang hampir terbuka. Ya, nyaris sekali terbuka. Aku terlalu banyak menyeret orang dalam permusuhan tidak beralasan ini. I don’t want to, yeah, I really don’t want to do that.

Sebelumnya aku tidak pernah menyangka kalau teman-teman baruku harus ikut terbawa dalam masalah tak berujungku, menerima konsekuensi yang sama karena mereka berteman denganku. Itu sangat tidak professional kan? I mean, mereka (mereka here means my enemies) ikut-ikutan bersikap buruk pada teman-teman baruku. I’m so sorry. Aku sangat tidak ingin melibatkan orang-orang ke dalam masalahku, but it’s hard to do that. Karena mau atau tidak, aku rasa masalah ini akan terus berkembang.

Masalah ini Cuma antara aku dan mereka. Kenapa juga mereka harus ikut bersikap buruk pada orang yang dekat denganku? Apa kalian nggak bisa bersikap professional dengan hanya cukup bermasalah denganku saja? tidak perlu menarik terlalu banyak orang dalam masalah ini hanya karena mereka berteman dengaku!

Beberapa hari lalu setelah aku menunjukkan sms-sms mereka pada teman-teman baruku di kelas, dan mereka bilang sms itu sama sekali nggak kasar. Malah mereka bilang aku terlalu sabar. Yeah, kalo aku nggak sabar dan balik ngatain mereka, berarti aku sama aja sama mereka. Dan setelah itu, aku hanya berkata pendek sambil tersenyum, “Syukur deh, berarti aku masih manusia”

Perang semi terbuka. Aku nggak lagi harus menutupi perasaan benciku ke mereka, dan mereka juga nggak perlu menutupi perasaan benci mereka terhadapku. Just feel free to explore your hate feelings. Nggak perlu takut lagi ataupun menjaga perasaan mereka.

Yang namanya perang terbuka versi cewek-cewek itu sangat berbeda dengan versi perang terbuka cowok-cowok. Mungkin perang terbuka versi cowok adalah langsung man to man. But, versi cewek itu berbeda. Dengan saling memalingkan muka atau saling melotot dan berkata sinis dengan nada sedikit keras, aku rasa itu sudah cukup bisa dikatakan sebagai sebuah perang terbuka.

Aku minta maaf ke temen-temen baruku di kelas kalau kalian harus merasakan sikap kurang enak dari seseorang atau sekelompok orang. Aku bener-bener nggak pengen kalian terbawa dalam masalah nggak berujung ini. Tapi sangat sulit untuk membatasi sikap dan cara berpikir orang. Pokoknya kalo mereka udah bersikap yang kelewatan sama kalian, bilang aja sama aku. Aku aka berada di garis terdepan kalian untuk membela. Luv you all, my classoulmate, my besties, my fams, all people who support me.

At last I say, A Velly Intewesting Blog.


1 comment:

  1. yg sbar ea plen^^
    Jgn trlalu memendam sifat bnci gtu ou.. Msi byk hal yg lbih pnting ripda ngurusin mrk
    Ea saran ku, jgn mdh trsinggung aplg mp trsunggung.
    Hoho

    ReplyDelete