Monday, January 11

REVIEW BIB BOB by W.S. RENDRA




Bib Bob, pertunjukkan teater paling keren yang pernah aku tonton. Yaiyalah, siapa dulu gitu yah, W.S Rendra.

Malam itu Pendopo di Komplek Perkantoran Walikota Kota Tegal mendadak ramai dengan riuh
rendah suara para penonton yang penasaran dengan pertunjukkan teater yang sudah sangat terkenal dan ditunggu-tunggu, yaitu Bengkel Teater W.S Rendra yang akan membawakan sebuah Pentas bertajuk BIB BOB. Sejak pertama kali mendengar iklannya di radio, aku langsung tertarik dan berencana menonton. Akhirnya setelah melalui perencanaan dengan teman-teman, malam itu aku pergi kesana dengan Rora dan bert
emu dengan Elisabeth serta yang lain setelah sampai disana.

Pertunjukkan dimulai hampir jam Sembilan, padahal katanya sih mulai jam 8an. biasalah, ngaret. But, ternyata penantian berbuah manis. Hampir semua penonton pulang dengan perasaan luar biasa kagum terhadap pertunjukkan ini. Walaupun Rendra sudah dipanggil Yang Kuasa beberapa bulan lalu, tapi itu tidak menjad
ikan Bengkel Teater itu berhenti dengan kreatifitas mereka. Dan asal tahu aja, sesuatu yang pada akhirnya membawaku menonton pertunjukkan itu adalah nama besar W.S Rendra yang memang nggak perlu lagi diragukan. Jadi, seperti apapun bentuknya, yang penting W.S Rendra.

Oke, dibuka dengan beberapa pidato dari orang-orang penting di Tegal like Mr. Ikmal Jaya as Walikota Tegal. Lalu setelah itu, lampu padam. Nah, pertunjukkan dimulai.

Diawali dengan pementasan music dengan instrument yang seadanya, sebut saja Bass, bambu untuk alat bantu gemercik air, bedug atau semacamnya, dan beberapa alat music tradisional yang dimainkan sangat apik oleh mereka. Aku sampe merinding pas penyanyi ceweknya mulai nyanyi dengan nada-nada tinggi. Dan setelah pertunjukkan music selesai sodara-sodara yang terjadi adalah kuping saya jadi budge satu gara-gara tem
pat saya deket speaker.

Then dilanjutkan dengan pemain yang muncul tiba-tiba dari barisan penonton. Dengan membawa property seperti dupa, bayi-bayian, dan lain-lain, mereka memasuki panggung. Aku merinding pas itu. Soalnya bau dupanya itu loh, mengesankan sesuatu yang mistis dan horror.
Lalu, dimulailah Bib Bob seutuhnya. Nah, ini beberapa gambar yang sempat aku ambil pada saat pementasan. Maap map ya kalo gambarnya bureng-bureng gitu
soalnya diambil pake kamera hape dan dengan penerangan seadanya, karena nggak boleh pake blitz juga.

^
^
Ini foto pertama yang aku ambil sebelum pementasa mulai. Nah, pas ngeliat pemandangan ini yang terlintas di pikiranku adalah nanti bakal ada adegan bunuh diri gantung-gantungan gitu. Tapi ternyata sama sekali nggak ada.









^
^
Ini gambar pas pembukaan pake alat-alat music. Keren banget!




































^
^
Nah, ini dia… Dimulailah Bib Bob. Bercerita tentang kekuasaan, yap semacam kritik sosial gitu. Sampe bawa-bawa Miyabi, Facebook, Anggodo, pokoknya sangat up to date sekali. Ada dua tokoh utama dalam Bib Bob ini.


^
^
Itu dia Mas Botak, salah satu pemain utama di pementasan teater ini...


^
^
Oke, aku memanggilnya dengan Mr. ZZ, karena sepanjang pementasan dia kayak suara aliran listrik gitu. Zezetzezetzezezezezett....




^
^
Mereka berdua diibaratkan sebagai dua pihak yang tengah berebut kekuasaan, dan mereka punya kekuatan seimbang.










^
^
Ini dia peran tali-tali yang awalnya aku kira bakal ada adegan bunuh dirinya. Ternyata tali-tali itu dipakai untuk bergelantungan salah satu tokoh utamanya.











^
^
Nah, dalam suduut pandangku pas adegan ini adalah saat salah satu penguasa tampil lebih dominan daripada penguasa lain. sebenarnya hanya masalah timing aja sih, regenerasi penguasa, dan dominasi yang berbeda.

Hmmmmm, segini dulu yah... Aku pegel, ngupload fotonya lama, banyak pula! Beok atau pertengahan minggu, aku upload and kasih liputan Bib Bob lagi.

Thanks for reading.

At last I say, A Velly Intewesting Blog.

No comments:

Post a Comment