Tuesday, May 25

Free-Oscillation of the Earth

Alunan-bebas bumi

Mengalun mengiringi

Tiap-tiap pijakan kaki

Dalam hening ia menanti


Saya tidak tahu apa yang harus saya tulis tentang bumi. Yang pasti, keadaan bumi sekarang ini tidak lagi sama seperti ratusan juta tahun yang lalu. Bumi telah mengalami banyak perubahan, positif dan negatif. Ada banyak faktor yang mengakibatkan perubahan positif di bumi, tapi ada lebih banyak faktor yang membawa perubahan negatif terhadap bumi. Faktor internal dari diri bumi itu sendiri dan juga faktor eksternal dengan campur tangan manusia.


Selain Tuhan, manusia akan selalu menjadi aktor utama dalam segala macam perubahan yang ada di bumi. Sayangnya anggapan itu hanya berlaku jika terjadi kerusakan-kerusakan di bumi. Karena ya, memang begitulah manusia. Sekelompok kecil berusaha membenahi kerusakan yang ada sementara yang lain beramai-ramai merusak bumi dengan caranya masing-masing.


Keadaan bumi sekarang ini semakin kritis. Ditambah lagi dengan kecorobohan manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam yang ada di bumi. Kita hidup di bumi yang sama, tapi kenapa bisa berbeda?


Ada manusia yang punya kesadaran tinggi dan ada juga manusia dengan kesadaran menengah ke bawah. Tingkat kesadaran manusia berbeda-beda dalam menjaga bumi yang ditinggalinya. Setiap hal yang dikerjakan manusia, sadar atau tidak mempunyai andil dalam membawa kerusakan atau perbaikan di bumi.


Sayangnya, tidak banyak orang yang menyadari itu. Hanya saat bumi mulai sedikit berayun, manusia baru sibuk menyadari kekeliruannya selama ini dalam memelihara bumi. Cara-cara salah yang mereka lakukan demi keuntungan pribadi dan kelompok mengorbankan sebuah perasaan yang selama ini seringkali terabaikan, yaitu perasaan bumi.


Jangan salah. Jangan kira bumi tidak punya perasaan. Kalau bumi bisa punya umur yang biasanya diperkirakan oleh manusia-manusia pintar, maka bumi juga pasti punya perasaan yang bisa dirasakan oleh orang-orang yang memiliki hati dan kesadaran. Karena bumi juga makhluk hidup seperti halnya manusia, binatang, dan tumbuhan.


Semua bilang “Save Our Earth”. Dengan apa? Tidak banyak yang bisa generasi sekarang ini lakukan. Tapi, lebih baik melakukan hal-hal kecil berpengaruh kan daripada tidak sama sekali?


Manusia memang jarang bersyukur dengan apa yang sudah bumi sediakan untuk mereka. Ok, I’m a human, too and I also do that.


Mungkin kalau harus diibaratkan, bumi adalah sebuah toko serba ada. Manusia bebas mempergunakan semau mereka, asal masih dalam taraf wajar, tidak berlebihan.


Saat sekelompok orang mengeksploitasi bumi secara berlebihan, bukan hanya mereka yang harus menanggung kemarahan bumi. Ada lebih banyak nyawa yang harus dipertaruhkan saat bumi mulai mengalun dengan nada-nada tingginya. Karena keserakahan manusia, ada banyak manusia lain yang harus menanggung resikonya.


Dari manusia, oleh manusia, untuk manusia. Mungkin begitu pendapat saya.

At last I say, A Velly Intewesting Blog.

No comments:

Post a Comment