Tuesday, May 25

Green Green Green

Green green green. Hijau, salah satu warna paling menyejukkan mata. Tapi sekarang tidak mudah untuk menemukan pemandangan yang benar-benar hijau dan menyejukkan mata.

Sekarang sulit untuk menemukan sawah dengan hamparan padinya yang luas. Apalagi di daerah perkotaan. Mereka bilang Indonesia negara agraris. Tapi dimana sawahnya?

Bahkan di daerah pedesaan, hamparan sawah telah berubah jadi komplek perumahan mewah. Tidak mengherankan. Karena pertumbuhan penduduk di Indonesia sangat fantastis. Maklum, negara berkembang.

Jarak waktu menanam padi sampai dengan memanen sama dengan waktu sebuah kontraktor membuah proyek perumahan. Ditanam padi, tumbuhnya rumah. Wow, itulah kita!

Seringkali saat aku jalan-jalan atau liburan, dan di tengah jalan menemukan pemandangan hijau, aku akan mengabadikannya. Rasanya adem. Tapi personally, aku tidak terlalu suka warna hijau. Blue is so much better for me.

Take a look these pics




Gambar-gambar itu diambil perjalanan pas liburan kelas 10, dua tahun yang lalu. So green and blue. Love them.

Dan ada beberapa gambar lagi yang sempat aku ambil, tapi beda waktu dan tempat.


Gambar-gambar itu diambil waktu aku tugas di Cacaban sebagai kakak pembina pramuka untuk anak-anak SMP gitu. Dan itu pemandangan perbukitan sekitar cacaban pagi hari. Kalau nggak salah, foto-foto itu diambil jam 6 pagi saat acara jalan pagi.

Adakalanya ingin hidup di pedesaan yang udaranya masih hijau dan asri. Tapi, kadang nggak pengen juga. Karena percaya atau nggak, aku merasa nyaman hidup di kota, walaupun hanya sebuah kota kecil.

Indonesia terkenal sebagai negara agraris, walaupun dengan keadaan sawah yang semakin menipis. Kalau menurutku, akan lebih baik kalau Indonesia bangga sebagai negara maritim. Karena perbandingan laut dan sawah, jelas menang laut. Dimana-mana ada laut. Seperti kata lagu, kail dan jala cukup menghidupimu.

At last I say, A Velly Intewesting Blog.

No comments:

Post a Comment