Thursday, May 13

Memorable

Yah, setelah semalem menghadiri acara HKI (Hai Kenangan Indah) dan sudah sedikit memberikan review-nya, sekarang aku ingin banyak menyampaikan hal-hal yang mungkin selama ini nggak pernah terpikir untuk menuliskannya.

Hari Kenangan Indah, nggak tahu seberapa indahnya sampai aku merasakannya sendiri. Tahun ini adalah debut pertama MK (Malam Kenangan) berubah menjadi HKI (Hari Kenangan Indah). Dan ya, aku harus mengakui kalau semalam benar-benar indah. Walau semalam nggak banyak acara nangis-nangis-an, bahkan mungkin nggak ada. Tapi aku sempat nangis dua kali.

Yang pertama, merinding denger suara Emak Yuan. Dan lagunya bener-bener ngebikin otakku mendadak flash back ke pahit manis menjadi warga Smansa. Yang kedua pas ilm documenter diputerin. Padahal awalnya aku pikir bakal ada banyak acara nangis-nangis-an, tapi ternyata nggak. It was so fun!

Sekarang aku disini. Tidak untuk menyesali, tidak untuk marah-marah, tidak untuk berkata kecewa, tidak untuk menangis sedih. Aku disini untuk mengenang semua yang sudah terjadi selama tiga tahun terakhir menjadi warga Smansa. Mulai dari yang nggak berkesan sampai yang sangat berkesan. Dan mungkin, aku nggak akan bisa mengalami itu semua kalau aku nggak jadi warga Smansa. Mungkin lain ceritanya kalau aku nggak sekolah di Smansa.

Be wise, dengan semua masalah yang aku temui di Smansa. Be mad, dengan sekian banyak karakter manusia yang berbeda. Be crazy, saat bertemu dengan orang-orang yang sangat menyenangkan. Be mature, dengan proses dan perubahan yang terjadi di sekitarku.

Ternyata benar, masa remaja, tepatnya SMA, putih abu-abu, adalah masa yang paling menyenangkan. Menyaksikan kemajuannya. Kengerian apa yang dihadapi dan penyelesaian apa yang dihasilkan.

Aku beranjak dewasa, nggak bisa lagi terus bersikap seperti anak-anak. Dan aku baru menyadarinya semalam. Saat melihat foto-foto yang ada di film documenter. Ternyata usiaku sudah bertambah 3 tahun sejak lepas dari seragam putiih-biru.

Menutup buku, duduk, dan mati.

Smansa. Aku ingat pernah berkata “Everything is Smansa and Smansa is everything”. Saat itu aku nggak berpikir panjang. Hanya berpikir kalau kata-kata itu terdengar indah di telinga. Tapi saat ini, aku beru menyadari kalau kalimat itu sangat berarti. Begitu berarti.

Maybe It’s nothing. Maybe, It’s everything. But Smansa is Everything. Without Smansa, I’m nothing, We’re nothing.

Tangis dan tawa yang mengiringi hari-hari kita. Kegaduhan dan kenakalan yang kita lakukan. Kesalahan dan kekesalan pada hal-hal di sekeliling kita. Saat itu. Dan tidak akan pernah bisa terulang lagi. Semua hanya sekali seumur hidup. Mengenal mereka, hanya sekali seumur hidup.

There are times to say hi, then say goodbye.
There are times to laugh like a drain, then cry like a rain
There are times to mad as a hatter, then we can be even happier

Sekarang, nggak tahu kenapa setiap kali ndengerin You’ve Got a Friend, minimal mataku berkaca-kaca. Dan aku punya satu mimpi, aku ingin menyanyikan lagu itu dengan sahabat-sahabatku.
when you down and troubled
and you need a helping hand
and nothing, whoa nothing is going right
close your eyes and think of me
and soon, i will be there
to brighten up even your darkest nights

you just call out my name
and you kow wherever i am
i'll come running, oh yeah baby
to see you again
winter, spring, summer, or fall
all you have to do is call
and i'll be there, yeah yeah yeah
you've got a friend

Dan ada satu lagu lagi yang selalu bikin aku nangis. Lihatlah Lebih Dekat by Sherina.
Hatiku sedih, hatiku gundah
Tak ingin pergi berpisah
Hatiku bertanya, hatiku curiga
Mungkinkah ku temui kebahagiaan
Seperti disini
Sahabat yang slalu ada, dalam suka dan duka
Sahabat yang slalu ada, dalam suka dan duka

Ternyata gini yah rasanya perpisahan. Nggak sama kayak jama SMP. Sekarang, saatnya kami akan memilih jalan hidup kami. jauh dari sahabat yang sudah dikenal lama. Sahabat yang selalu ada. Kami akan terpisah jarak dan waktu. Rasanya terlalu berat melepaskan semua kenangan. Tapi, hanya dengan kenangan, manusia bisa tetap hidup.

Smansa, comme un cauchemar qui a change mon monde. Mais les souvenirs du parc il ya.

At last I say, A Velly Intewestng Blog.

No comments:

Post a Comment