Tuesday, May 4

Theater Project (Part: The Concept)

Well, aku lanjutin posting tentang Theater Project kelas XII Sos 2. Akan ada banyak bagian. Dan kali ini aku bakal posting tentang konsep pertunjukan teater kami.

Awalnya kami akan menampilkan sebuah pertunjukan seperti pada umumnya. I mean, dari property dan sebagainya ditampilkan tumplek blek jadi satu diatas panggung. Kami udah mikirin barang-barang apa aja yang bakal nangkring diatas panggung.


Rencana awal, akan ada 2 rumah (rumah bapak dan dukun), satu kuburan, dan selebihnya akan dibuat sebagai setting jalan setapak. Dan oke, kami mulai berburu bahan-bahan pembentuk calon-calon property itu. Mulai dari bambu, kardus, daun kelapa, sampai kawat dan paku.


Kami mendapatkan bamboo dan daun kelapa di rumah Dinda. Dan karena jarak rumah Dinda 30 menit dari rumah Kopet (tempat bikin properti), akhirnya berangkatlah semua anak cowok kesana. And fyi, bambu itu bisa bikin gatel-gatel. Nah, gatel-gatel lah mereka yang pada ngangkutin bambu. Jadi bagi tugas gitu, ada yang bawa daun kelapa bejibun, ada yang bawa kardus-kardus juga.



See pictures above? Happy hours of crew. I really miss them. Always wanna cry when see the pics.


Dan hari itu aku inget banget, sepulang dari rumah Dinda, mereka kehujanan. Dan Lukman make helm-ku tanpa ijin. Dan itu sangat membuat saya kebingungan, karena aku nggak bisa pulang tanpa helm. Saat itu di rumah kopet hanya tersisa kopet, aku, dan anak-anak cowok. Dan pas aku mau pulang, ternyata mereka bawa kelapa. Hwaaaaa, akhirnya minum kelapa dulu deh sebelum pulang


^


^


Oke, mungkin nggak penting juga ceritanya. Tapi buatku, every minute-nya sangat berkesan. lol :D


Balik ke konsep awal. Jadi, waktu itu ada theater week. Dan ada tugas dari Pak Rudi untuk nonton semuanya atau salah satunya. Dan direkomendasikan sebuah judul “MANGIRENDEZVOUS”


Dan disinilah semuanya berubah. Awal perubahan konsep teater kami dari yang tumplek blek jadi satu menjadi setting yang terpotong-potong.


Sebagai orang awam, aku ngeliat Mangir sebagai salah satu teater terbaik yang pernah aku lihat. Bahkan terbaik diantara pentas teater di theater week itu. Setting yang sangat simple dan perubahan setting setelah lampu menyala. Aku juga pengen bisa bikin yang seperti itu. And, I did it! :)


Ada perasaan seneng luar biasa setiap kali penonton bertepuk tangan setelah lampu nyala dan terlihat setting yang sudah berbeda diatas panggung. Ada sebuah tim yang luar biasa kompak dan bekerja di kegelapan. They did it. Aku bangga banget sama mereka. Lampu nyala aja belum tentu mereka bisa nempatin barang-barang pada posisi yang tepat. Dan ini, mereka melakukannya dalam gelap.


Walaupun, ada beberapa dari mereka yang cedera. I mean, bukan cedera parah yang gimana-gimana. Cederanya itu lecet, kesandung, tabrakan, dan beberapa insiden kecil. But idk, mereka tetep mau ngelakuin itu walaupun mereka ngerasain sakit atas cedera-cedera ringan itu.


Saat aku ngeliat pentas itu, nggak tau kenapa rasanya itu salah satu teater terbaik yang pernah aku liat. Dan sampai saat ini, masih aja ada perasaan nggak percaya kalau aku sutradaranya. Soalnya, aku sama sekali nggak punya background pemain teater atau dari keluarga seni. Aku juga nggak terlalu piawai acting.


But I know, aku punya sebuah tim yang luar biasa hebat. Saling mendukung dan bekerjasama. Saling menghargai dan menyadari tanggung jawabnya masing-masing.


Tunggu part part lainnya dari Theater Project kami.

At last I say, A Velly Intewesting Blog.

No comments:

Post a Comment