Sunday, May 30

Totally Nationalist

Ada kalanya memang sulit untuk menyadari kalau ternyata aku Indonesia banget. Walau seringkali mengadopsi cara berpikir atau cara pandang orang luar. Tapi, sampe kapan pun nggak bisa bohong kalau aku orang Indonesia. Dengan gaya hidup yang sangat Indonesia. Dengan lingkungan yang sangat Indonesia. Dengan keluarga yang sangat Indonesia.

Jujur, sulit rasanya untuk hidup di negara yang serba susah ini. Sampe-sampe, kadang aku berharap terlahir sebagai orang Eropa atau Amerika. Tapi, itu tidak mungkin. However, I’ll always be Indonesian wherever I go in whatever form.

Aku bingung harus mulai nulis darimana, karena ada banyak sekali hal yang ingin aku tulis. Jadi untuk postingan ini mungkin aku ingin membahas tentang aku dan rasa nasionalisme dalam diriku.

Ok, maybe I’m not a type of person who has good sense of nationalism. Saat aku SMP, bahkan sampe sekarang, aku punya keinginan untuk jadi seorang Diplomat. Dan sejak saat itu aku terus memupuk mimpi sampai akhirnya sekarang ini terpatahkan karena banyak alasan.

Aku tipe orang yang akan mencari info sebanyak mungkin tentang apa yang aku inginkan. And I looked for much info about how to be Diplomat, the way to be Diplomat, duties of Diplomat, and so on. Sampai akhirnya aku terhenti pada sebuah kalimat, “seorang diplomat dengan sendirinya haruslah seorang nasionalis”

Like I told you, I’m not a good nationalism person. Dan mulai darisitulah aku berusaha jadi orang yang lebih nasionalis. Ada banyak cara yang sudah aku coba untuk menumbuhkan rasa nasionalisme. Dan salah satu cara yang paling berhasil buatku adalah belajar sejarah. Sejarah apapun, terlebih sejarah dunia yang berhubungan dengan Indonesia.

Memang, sejarah bagi kebanyakan orang terdengar sebagai pengantar tidur yang paling efektif, but not for me. I love history. Apalagi tugas prsentasi sejarah di sekolah. Aku suka bercerita dan membuat orang lain paham sejarah dengan caraku sendiri.

Aku tetap suka sejarah, walaupun untuk saat ini mimpi sebagai seorang Diplomat itu sudah terkubur sedikit lebih dalam oleh kenyataan. Walaupun tidak dengan menjadi apa yang aku inginkan, setidaknya aku punya banyak cara untuk menyalurkan pemikiran dan itu lebih positif daripada terus-terusan meratapi mimpi yang tidak menjadi kenyataan.

Menjadi seorang nasionalis tidak harus selalu terlihat garang dengan bambu runcing dan teriakan-teriakan memprovokasi. Ada banyak cara elegan untuk menjadi seorang nasionalis. Salah satunya dengan berbagi pengalaman lewat tulisan.

At last I say, A Velly Intewesting Blog.

No comments:

Post a Comment