Friday, June 25

Selamat Ulang Tahun, Abah :)

Ya, judulnya sih selamat ulang tahun abah. Padahal yang ulang tahun bukan abah. Yang ulang tahun adalah salah satu orang paling penting dalam hidup aku. Tapi sayangnya, aku sama sekali nggak kenal orang itu. How come, eh?


Adalah salah satu hal paling tidak mungkin kalau aku bisa kenal langsung dengan orang yang sangat berpengaruh dalam hidupku secara nggak langsung. Dia Ali Akbar Velayati.


Beberapa bulan lalu ada lomba menulis tentang tokoh yang berpengaruh dalam hidup. Dan aku mengikuti dengan menulis tentang Ali Akbar Velayati. walaupun belum berkesempatan maju ke babak selanjutnya, setidaknya aku udah menyampaikan apa yang ingin aku sampaikan.


Actually, dengan ada atau nggak-nya lomba itu, aku juga bakal tetep nge-post tentang Ali Akbar Velayati bulan ini. karena di bulan ini aku lahir, begitu juga dengan beliau. Selain itu, aku ingin lebih cerita banyak tentang hidupku di bulan kelahiranku ini.


Well, ini semua adalah apa yang aku tulis di WSC (nama lombanya).


Ali Akbar Velayati. Pernah dengar nama itu? Mungkin sebagian besar orang menjawab ”Tidak”. Dan sebagian kecil lainnya masih ragu-ragu untuk menjawab.


Ia tidak seterkenal Barrack Obama. Ia juga tidak sekaya Donald Trump. Bahkan, ia masih kalah saing dengan Brad Pitt. Tapi untukku, ia lebih segala-galanya dari Barrack Obama, Donald Trump, dan Brad Pitt. Karena tanpa Ali Akbar Velayati, nggak mungkin ada aku, Veliati. But wait, jangan berpikir macam-macam dulu. Baca dulu tulisanku sampai selesai, then you can comment it.


Well, let me introduce him to you all. Namanya Ali Akbar Velayati. Ia lahir hampir 65 tahun lalu, tepatnya 25 Juni 1945 di Tehran, Iran.


Tahun 1971, ia menyelesaikan program S2-nya di Universitas Tehran, Iran. Kemudian ia melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat dan bergabung dengan Organisasi Mahasiswa Muslim Iran. Sebelum genap berusia 30 tahun, ia sudah bergelar Doktor dalam bidang ilmu kesehatan anak-anak atau pediatrik dari Universitas Johns Hopkins, Amerika. Setelah menyelesaikan studi-nya di Amerika, ia kembali ke Iran dan menjadi pengajar di almamaternya. Pada tahun 1979, pemerintah yang dipimpin oleh Ayatollah Ruhollah Khomeini menunjuk Ali Akbar Velayati sebagai Wakil Menteri Kesehatan.


Dari situlah karirnya dimulai. Setelah menjabat sebagai Wakil Menteri Kesehatan, pada tahun 1981-1989, dibawah pemerintahan Perdana Menteri Mir-Hossein Mousavi, Ali Akbar Velayati menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Iran selama dua periode. Dan tetap menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Iran dibawah kepemimpinan Presiden Ali Akbar Hashemi Rafsanjani sampai tahun 1997.


Ali Akbar Velayati adalah salah satu orang paling berpengaruh dalam hidupku. Selain namaku memang diambil dari nama belakangnya, aku juga sangat termotivasi untuk bisa menjadi orang hebat seperti dia. Tanpa rasa takut dan mengabaikan tekanan.


Seperti anak kecil kebanyakan, dulu aku sering bertanya pada orang tuaku kenapa aku diberi nama Veliati. Dan dengan mata berbinar, Umiku mulai bercerita tentang sosok seorang Ali Akbar Velayati. Kata Umi, awalnya kalau aku terlahir sebagai laki-laki, aku akan diberi nama Velayati. Tapi, karena aku terlahir sebagai bayi perempuan yang imut-imut, akhirnya aku diberi nama Veliati. Dan dalam namaku terselip doa agar aku bisa menjadi seorang wanita yang berkarakter seperti sosok Ali Akbar Velayati yang cakap, tak gentar walaupun banyak bangsa barat yang mengecamnya, pintar, dan berpegang teguh pada agamanya.


Then, apa saat itu aku percaya dengan semua penjelasan orang tuaku? Jujur, sama sekali nggak. Saat itu, aku masih menganggap kalau sosok Velayati yang dijelaskan panjang lebar padaku hanya tokoh fiktif karangan orang tuaku. Karena saat itu aku sama sekali nggak pernah melihat sosok Ali Akbar Velayati di Tv. Padahal waktu kecil, aku kan hobi nonton Tivi, tapi nggak pernah melihat sosoknya di Tv. Jangankan melihat, mendengar nama Ali Akbar Velayati selain dari orang tuaku, aku sama sekali nggak pernah. Itu yang membuatku berasumsi kalau Ali Akbar Velayati adalah tokoh fiktif karangan orang tuaku.


Sampai beberapa tahun lalu saat aku mulai mengenal internet, aku mencari nama Ali Akbar Velayati. Dan, voila! Apa yang selama ini aku pikirkan ternyata salah. Ia benar-benar nyata. Seseorang dengan great personality yang dulu aku kira hanya khayalan orang tuaku, ternyata benar-benar ada. Sampai saat ini aku merasa konyol dulu pernah menganggap seorang Velayati hanya karangan orang tuaku. Karena biasanya, anak kecil termotivasi saat mendengar asal muasal orang tua memberikan sebuah nama pada mereka. Lalu orang tua mulai bercerita tentang harapan yang terselip dalam nama itu. Dan itu yang ada di pikiranku, dulu.


Dan beberapa minggu lalu untuk pertama kalinya aku melihat sosok Ali Akbar Velayati muncul di Tv. Nggak tau kenapa, aku selalu tersenyum saat mendengar namanya. Saat melihat sosoknya yang bersahaja. Dengan postur badan yang tinggi, penampilan rapi, dan identik dengan jenggotnya. Jadi, beberapa minggu lalu Ali Akbar Velayati berkunjung ke Indonesia untuk memperingati hubungan kerjasama Indonesia-Iran.


Ali Akbar Velayati. Di usianya yang sudah tidak muda lagi, ia masih tetap seperti yang dulu. Baginya, ketakutan hanya untuk mereka yang bersalah. Karena itu, bahkan sampai sekarang ia masih tetap berpegang teguh pada pendapat-pendapat kerasnya tentang bangsa barat.


Nah, ini foto Ali Akbar Velayati bersama Presiden Mahmud Ahmadinejat



Two great persons. I like them both


Dan ini beberapa foto Ali Akbar Velayati dalam berbegai pose









Cakep kan??? :)


Ngomong-ngomong tentang cakep, aku jadi ingat sesuatu. Banyak yang bilang kalau mukaku kayak orang Arab. Am I? Ada yang bilang mirip orang Pakistan, orang Arab, orang Irak, sampai yang paling ekstrim ada yang bilang kalau mukaku kayak bule, bule-arab gitu. Padahal orang tuaku sama sekali nggak ada muka-muka arab. Dan aku yakin, mungkin mukaku ini karena nama kali yah yang diambil dari Iran. Jadi sedikit kebawa mancung-mancungnya :)


Well, ada satu hal lagi yang membuat aku semakin nge-fans dengan Ali Akbar Velayati. Aku pernah membaca hasil wawancara Guetta Bernard, seorang jurnalis dari Itali, dengan Velayati. Isi wawancaranya kurang lebih membahas tentang proyek nuklir Iran. Dan ada satu kutipan yang sangat aku suka. Kutipan itu ditujukan untuk mantan presiden Amerika, George W. Bush. “The problem is that his acts do not follow his words” itu yang dikatakan Velayati saat menanggapi pendapat Guetta. Padahal saat itu George W. Bush masih menjabat sebagai presiden Amerika.


Like I told you, menurut Velayati, ketakutan hanya untuk mereka yang bersalah. Jadi ia berpendapat tanpa rasa takut.


Seperti yang pernah aku lakukan di sekolah dulu. Aku berpendapat tentang sesuatu yang jelas-jelas keliru. Tapi, malah direspon kurang menyenangkan dari pihak sekolah. But, that’s ok. It had been over. The most important thing, aku telah menyampaikan. Masalah respon, itu belakangan.


Ali Akbar Velayati. His name always makes me smile. His name makes me alive. Mungkin Velayati dan Veliati nggak saling kenal. Dan aku rasa memang nggak akan saling mengenal. Tapi, aku ingin sekali bisa menjadi seperti dia. Dia salah satu inspirasi yang nggak terbantahkan untukku. Keberaniannya, kecakapannya, keteguhannya.


Jika aku punya kesempatan, aku ingin sekali bisa pergi ke Iran. Salah satu negara yang ada di most wanted list-ku. Nggak tahu kenapa, aku ingin bisa pergi ke tempat namaku berasal. Melihat pengaruh Ali Akbar Velayati di negaranya secara langsung. Bukan lagi dari internet atau Tv. Melihat pengaruhnya terhadap Irak dan negara-negara di sekelilingnya.


The way he acts always be inspiration for me. I wanna be like him. Although I know, I will never be him.


That’s all what I’ve written there. Karena lomba itu dikirim by e-mail, aku jadi nggak sempet posting disini. Lombanya di facebook gitu.


Nggak tau apalagi yang harus ditulis. Yang pasti aku berterima kasih banget sama abah Ali Akbar Velayati yang bener-bener ngasih pengaruh positif buatku, untuk sikap-sikapku. You’re the best influence in my life. Thanks berat untuk kedua orang tuaku yang udah ngasih nama sebagus ini buatku.


Selamat hari lahir untuk Ali Akbar Velayati. I always love you, my life greatest influence. And I don’t know why, kok rasanya aku sedih ya anda ulang tahun? Karena one day you’ll leave me.


Percaya atau nggak, aku ngerasa punya keterikatan yang kuat sama sosok yang satu ini. Aku nggak hanya nge-fans, more than fans. Because I’m nothing without him, right? And what will I be then when I really live without him? Hwaaaaaa, mau nangis lagi kan! Hih, cengeng banget to aku!


Sekali lagi, selamat ulang tahun Abah Vela. Love love love you always. Aku harap suatu hari nanti aku bisa jadi penggantimu, berdiri menantang dunia walaupun sendiri dengan satu keyakinan. One day I hope I could visit Iran, my name’s hometown.


At last I say, A Velly Intewesting Blog.


No comments:

Post a Comment