Wednesday, May 21

Monday, May 19

Saya masih melek, seperti biasanya. Tapi yang bikin malam ini berbeda dengan melek biasanya (yang useless and pointless) adalah karena belum kelar ngoreksi. Jadi malem ini ada dua kelas yang harus dikoreksi dengan tiga skill yang berbeda. Untuk yang muda, saya ngoreksi Listening sama Writing dan untuk Nindya, saya ngoreksi pre-test TOEFL mereka

Senin kemarin saya ngadain kuis yang sangat dadakan sekali di kelas Muda. Awalnya nggak kepikiran sama sekali untuk bikin kuis. Hari itu saya cuma pengen meeting yang memaksa mereka untuk menulis mengingat saya dibikin takjub ngeliat short story yang mereka kirim ke email saya, dengan bahasa yang bahkan kemampuan menulis saya belum se-dewa itu. Saya sih nggak bisa nyalahin, mungkin terjadi salah tafsir saat saya menyampaikan tugas itu. Who knows?

I thanked a lot to them for submitting their works, at least they did submit them. I do appreciate it. Ini serius, saya menghargai banget mereka yang udah ngumpulin tugas. Tapi akhirnya saya kesampingkan short story itu dan nanti hanya akan saya gunakan sebagai nilai tambahan, sebagai bahan pertimbangan.

Jadi, Senin kemarin saya bikin kuis dadakan dengan banyak tujuan tersembunyi. Haha, keliatannya jahat banget. But seriously I did. Kuis terdiri dari dua skill, yaitu listening dan writing. Detailnya saya jelasin nanti.

Jam setengah 3 saya mulai listening. Sekali saya play, nggak pake pause atau stop, jalan terus. Tujuan saya adalah agar mereka yang datang terlambat ketinggalan awal-awalnya. Jadi ada rasa menyesal datang terlambat. Karena seriusan deh, susaaaah banget disuruh on time. Karena, hal itu merusak mood proses belajar yang ada. I mean, konsentrasi terpecah gitu. Itu tujuan pertama, biar next meeting bisa lebih punctual.

Yang kedua, ini mungkin terdengar naif, sok idealis, you name it. Tapi, saya ingin tahu seberapa jujur mereka sama diri sendir. Saya sih gampang aja dibohongin, toh saya juga belum kenal seluruh anggota kelas, jadi bisa aja dibohongin, gampang malah.

Ada 15 soal. Kan kalo terlambat, otomatis nggak mungkin tau jawaban awal-awal. Nah, saya menemukan tuh yang sekedar silang indah di awal, yang tanya temen, sampe yang nyontek. Tapi ada beberapa juga yang dengan jujur nggak ngisi nomor-nomor awal, I doooo appreciate it! Sumpah, saya sangat menghargai yang seperti itu! Walaupun saya tahu, saya bisa melihat kecemasan di wajah mereka yang terpaksa ngosongin nomor-nomor awal, tapi bagi saya, "Tenang aja, saya lebih menghargai sikap jujur kamu kok daripada nilai yang didapat secara illegal ;)*ting!"

Listening itu masalah percaya sama diri sendiri, percaya sama kuping sendiri, konsentrasi penuh. Nggak ada waktu untuk bergantung sama orang lain.

Kuis kedua yaitu writing. Ini topiknya


Petunjuknya adalah mereka saya minta untuk memilih tiga kata dari sekian kata yang mereka temukan di susunan acak huruf-huruf tersebut untuk menggambarkan kehidupan mereka. Bisa dikaitkan dengan kejadian, situasi, cita-cita, anything. Tuangkan dalam tulisan 200-300 kata.

Jujur, saya merasa sedikit kejam karena nodong mereka bikin karangan saat itu juga dan mereka punya 30 menit untuk itu (walaupun kenyataannya lebih dari 30 menit -_______-). Tapi, saya sedang mencoba agar mereka terbiasa menulis dan menuangkan ide. Saya bosen banget sama hal-hal yang teoritis. Itu sebabnya saya minta mereka untuk menggambarkan kehidupan mereka, yang sangat mereka pahami. Dan umumnya, manusia sangat suka menceritakan hidupnya. So, there I was to listen to their stories.

Sejauh yang sudah saya baca, banyak yang menulis tentang orang tua, tentang perjuangan mereka masuk ke tempat mereka belajar sekarang, perjuangan di dalam sekolah tersebut, rasa sayang dan rasa kangen terhadap keluarga, tentang teman-teman seperjuangan sebagai keluarga baru mereka. Ada juga yang menulis tentang masa-masa SMA, pacar, putus cinta. Saya menikmati setiap cerita yang mereka tulis. Saya sangat suka membacanya.

Banyak diantara mereka yang kesulitan menggali ide, kesulitan mengutarakan ide, kesulitan menyampaikan dalam bahasa yang tidak biasa mereka pakai. Itu wajar. Nulis itu yang susah awalnya, tapi kalo udah jalan, ya mengalir (kaya ngeblog, dalam hati saya). It's true!

Saya sangat menikmati mengamati ekspresi wajah mereka yang tengah berpikir keras. Ekspresi yang priceless banget! Ada yang bingung memilih tiga kata sebagai topiknya, ada yang sibuk menggali kenangan masa lalu, ada yang bingung menyusun peristiwa, ada yang lancar jaya, ada yang partai hore, ada juga yang mengerjakan karena kewajiban, mengerjakan setengah hati, ada yang malas berpikir padahal nggak gitu payah kemampuannya. Ada juga yang secara kemampuan pas-pasan, tapi punya motivasi untuk belajar. Saya suka orang-orang macam ini dan saya sangat sangat menghargai keinginan mereka untuk belajar. I'd love to help.

Siang sebelum ngajar, seperti biasa saya mutar otak ngubek-ngubek leptop nyari materi. Nah, siang itu saya lagi buka beranda Google+ saya dan ada orang ngepost tulisan itu di forum Nail Art. Saya liat dan tercetuslah ide itu. Awalnya, saya mau fotokopi tulisan itu san dibagiin dan membiarkan mereka nunduk nyari di kertas fotokopian. Tapi di detik terakhir sebelum saya berangkat, saya ubah rencana saya dan ngebiarin mereka liat di LCD. Itu lebih seru, ternyata! Saya suka ngeliat ekspresi mereka pas kebingungan nyari kata-kata yang nyelip, di wajah mereka seperti ada pertanyaan "Terus ini suruh ngapain?"

Intinya saya seneng ngeliat wajah orang bingung. Anyway, banyak diantara cerita yang mereka kumpulin bikin saya ngakak walaupun belum kelar juga ini -____-.
You guys rock!

Now Playing: G-Dragon feat. Kim Yuna - Missing You

At last I say, A Velly Intewesting Blog.

No comments:

Post a Comment