Tuesday, May 13

RANDOM: Women and Their Rides

There are doubts when I am going to start writing. I am afraid I will not be able to finish the thing I start. But when I don't write, I am afraid I will lose the idea and miss the moment to write the thing bother me.

A few days ago my friends and I had a short-spontaneous trip which was only 45 minutes away from Tegal and we headed there by motorcycle. To make a story short, we then continue the journey to Guci on Sunday. We went there like at 7 am, so the view was still super clear. I rode my motorcycle, without helmet. I could feel the wind softly touched my face. I could see the mountain covered by thef forest and that was freaking awesome! I couldn't stop smiling all the way to Guci. Man, it was like I was watching a display of a beautiful scene from a movie in crystal bravia engine screen. I know it's too much, but I just went there that early and I was speechless. Biasanya kan nggak akan sepagi itu kalo perjalanan dari Tegal jam 8 atau 9. Dan udaranya masih sangat sejuk. Kendaraan dari kota belum terlalu banyak dan di jalan juga masih bisa ngebut. Ah, kapan begitu lagi.

Nah, something bothered me was, when we were on our way home, not yet leaving Guci, I saw some girls (hijabbers) proudly rode motorcycle which is supposed to be men's ride. Maksudnya, mereka happy banget naik motor laki-laki.

Pikiran saya waktu itu adalah, "Okay, jadi virus ini pun nular sampe sini"

Jujur nih, saya paling kesel liat perempuan (ibu-obu, emba-emba, hijabbers, apalagi cabe) nail motor laki-laki. Rasanya pengen ngelempar botol kecap aja gitu ke mereka. It's like, it's not right! What's good from that? Could you please tell me one? Satu aja, dimana letak bagusnya.

Yang ada malah nyiksa. Mungkin menurut mereka keren. Keren gundulmu!
Entah mungkin saya yang terlalu tua atau mereka yang terlalu gaoool, tapi sumpah itu nggak banget. Nungging-nungging naik motor kayak apaan aja.

Waktu saya lagi naik motor sore-sore di sini, saya liat emba-emba naik motor Satria boncengan. Bukan salah motornya sih, catet, motornya nggak salah. Yang nyetir, pake celana panjang warna neon, orange kalo nggak salah. Dan sepatunya saudara, Wedges yang tingginya dewa banget. Itu tuh, mengini nguleg!

I mean, mana korelasinya antara penampilan anda yang dangdut sekali dengan motor anda yang agak laki-laki itu (some people consider Satria as not so manly motorcycle, so?)??? Serius deh.

Kalo nemu yang begini pas saya lagi sama temen-temen, pasti langsung dibahas. Ngga ada ampun, mesti dibahas. Maklum, mulut-mulut wanita dengan kecerdasan berlebih. Jadi rasanya kalo nggak diomongin mubadzir gitu, kan udah dikasih bahan tanpa diminta untuk dibahas. Jadi, kami akan membahas sampai kami rasa cukup dan kami menemukan topik lain untuk dibahas.

Entahlah, banyak yang harus dikoreksi dari para perempuan sekarang ini. Terlalu banyak, really. Sampe kadang saya bingung sendiri, "perempuan itu yang kayak gimana? seriously, saya bingung."

Now Playing: Love The Way You Lie (Lee Hi Cover)
Mood: Tired

At last I say, A Velly Intewesting Blog.

No comments:

Post a Comment